
Diambil dari Milist indo-musik-advent@yahoogroups.com
RE: [Indo-Musik-Advent] Undangan bagi pembahas Standard Musik SDA
By : Aylwin Yonathan
Dear all,
Terima kasih atas tanggapannya.
Pertama2 saya mau tanggapi pertanyaan sdr Nobel dari Makasar.Pertanyaannya kalo ngak salah "tidak pernah sih dalam hati ini mau main jazz, Cuma apa yang sdr
senang itu yang sdr keluarin..Betul...hal ini tidak bisa kita hindari. Ada istilah dalam komputer GIGO (Garbage In, Garbage Out). Dan itu applied di semua hal, baik itu di mental, pikiran, kesehatan, dan juga kehidupan rohani kita. Jadi apa yang kita masukan, itulah yang
kita keluarkan.
Approach dari education in music ministry biasanya: No rock music, No Jazz, No this, no that...
Dan masalahnya setelah itu, si pendengar bingung mau denger apa kalau dilarang semua. Dan akhirnya balik lagi dengan kesukaan yang lama. Yang perlu kita mengeti bersama bahwa education in music ministry adalah:
Kita mempelajari dan mencari apa yang Tuhan mau.Apa yang menyenangkan Tuhan melalui music ministry....dgn cara: BACK TO BIBLE. Ingat cerita Kain dan Habel, mereka berdua memberikan persembahan yg terbaik. Tapi Tuhan terima hanya Habel. Kenapa? karna Habel menuruti apa yg Tuhan mau.
- Educate by giving knowledge about music and the
effect. Dengan kata lain memberikan pengetahuan
tentang music dan effect2 nya didukung dengan reliable
research.
Step ke 3 ini yang biasa dilupakan, yaitu:
"Educate by giving exposure and option" Step ke 3 ini bisa menjawab pertanyaan sdr Nobel, karna kurangnya exposure sehingga pendengar tidak punya pilihan lain untuk memilih. Pengalaman saudara Noble sudah pernah saya alami waktu saya SMA,di kritik
karna main Jazz di gereja, dgn motif ingin membuat gereja "lively". Kemudian di Philippines, saya dapat pengetahuan mengenai music ministry. Tapi pengetahuan
yang saya dapat sangat lah berlawanan dgn jiwa saya dan kesukaan saya.Saya sempat menolak kebenaran itu. Tetapi berkat Tuhan, setelah selang waktu cukup lama,
di dukung dgn exposure music disana, saya baru mengerti essence dari berbakti memuji Tuhan melalui MUSIC MINISTRY. Saya bisa rasakan kesucian Tuhan dan
perubahan character melalui new music yang saya dengar. Yang penting kita jgn berkeras hati. Selama kita niat dan mau mencari jalan TUHAN, Dia akan
menuntun kita ke jalannya walaupun pelan2.
Menanggapi bro Sutan.
Maaf saya tidak bermaksud meng-kritik. Saya hanya menanggapi pertanyaan bung Jeffry "ada apa di balik musik Jazz".
Menanggapi masalah culture...
Betul...kita tetap harus respect culture kita. Dan Tuhan pun mencintai keaneka-ragaman alias BHINEKA TUNGGAL IKA...Iya ngak.
Tapi culture bukanlah kriteria nomor satu dalam kehidupan kita. Prinsip2 dan penuntun yg di berikan oleh yg "Diatas" haruslah yang nomor satu.
Umumnya ethnic2 atau culture yang ada bukan berasal usul dari ke Kristenan. Mereka umunya dari penyembah berhala. Disinilah kita harus berhati2.
Alkitab berkata:..."Test all things..." Disinilah kita butuh mencocokan apakah itu sesuai dgn
apa yang Tuhan bilang atau tidak. Selain itu kita butuh dengan bijaksana meninggalkan yang tidak cocok,tapi ke unikan dari satu culture tetap ada.
Demikian juga dengan musik,dgn bantuan Tuhan kita harus mencocokan unsur dari culture mana yang bisa dipertahankan dan mana yang harus di buang.
Musik mana yang sesuai di perbaktian, dan mana yang tidak.
Goal kita haruslah: What please God...Kalau target kita " What please Men", bisa bahaya!!! Kenapa? karna manusia kan nature nya berdosa, dan akan ada banyak
mixture antara TRUTH and ERROR, yang tidak sesuai dgn kehendak yang "Diatas".
Kita ngak bisa jg demi meramaikan gereja supaya di penuhi anak muda, kita masukan dan terima semua music2 yang kurang cocok di gereja. Kalo di luar gerja
lain soal...Tetap harus ada perbedaan antara "Sacred dan Profane", "Kudus dan tidak Kudus",apalagi untuk lagu di gereja ...tp keunikan dari perbedaan culture
bisa tetap terasa....
Sekedar untuk info, orang African-American yang diperbudak dulu mempunyai 2 pelarian atau kompensasi atas kesengsaraan yang mereka alami, yaitu:
1. Pelacuran
2. Music.
Music ini pun genrenya terbagi:
- Mereka yang berseru kpd Tuhan atas kesengsaraan mereka --> hasilnya music Spiritual.
- Mereka yang ingin meghibur diri --> blues and Jazz.
Kalau dipelajari lebih dalam, music spiritual seperti "Swing Low", "Old time Religion", "Milky White Way" dan lain2,..."originally"....tidak dinyanyikan dgn style2 jazz & blues. Mereka berseru kepada Tuhan dengan segala beban yang mereka tanggung. Dan kalau
diteliti lebih dalam, originally practicenya tidak ada element2 seperti blues scales, rhytmn africa, dll lho.
Yah mungkin sekarang sudah berbeda, karna dgn alasan kalau tidak dgn style Jazz atau Blues, ngak kerasa "Negro" nya. Yang mengagetkan saya, banyak jg kesaksian dari orang2 mereka sendiri bagaimana mereka meninggalkan beberapa kebudayaan dan music2 yang tidak sesuai dgn kekristenan, terutama orang asli Africa yang tinggal di Africa. Justru yang paling banyak berkompromi adalah orang Africa yang di America.
Saya ada pengalaman pribadi, mogah2 ini membantu. Sebagaimana saya tulis di atas, dulu waktu SMA saya sangat suka main Jazz di gereja.
Pas suatu saat di Kramat Pulo ada KKR. Si pembicara sangat dipenuhi Roh Kudus dan membuat saya terangkat benar2. Kemudian pembicara mengadakan panggilan dan
saya secara pribadi berdoa kpd Tuhan " Tuhan saya serahkan diri saya kepadaMu".
Kemudian, pas waktu lagu tutup (kebetulan saya pianistnya), saya mau main seperti biasanya nge-Jazz. Tapi saat itu tangan saya seperti aneh, otak kepingin
main Jazz, tp tangan mainnya beda. Ada pergumulan di pikiran saya dan ada something yang meng-control tangan saya. Kemudian setelah selesai kebaktian, sahabat saya datang ke saya dan bilang "Win, main loe kok beda banget?". Kemudian saya jawab "kenapa? aneh
ya? jelek?"
Lalu dia menjawab "ngak jelek kok, cuma beda aja.Lebih solemn gitu"...Semenjak itu saya lebih sensitif dan lebih pikir panjang untuk main di gereja.
Jadi, teman2...mungkin kita bingung music apa yg cocok mana yang boleh/tidak dan lain2 deh...Serahkan hidup kita sama Tuhan...Kalau Tuhan di hati kita, maka Dia
akan meng-control kita. Dia akan menunjukan mana yg benar dan salah walaupun mungkin reason dan jawabannya datang belakangan. Semoga Tuhan dimuliakan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar