Senin, 24 Maret 2008

Terapi Musik Hilangkan Depresi

Diambil dari Koran Sindo Edisi Sore Senin 24 Maret 2008

Mengikuti terapi musik secara teratur bermanfaat bagi kesehatan karena menghilangkan depresi dan mengurangi risiko kanker.
Menurut Cheryl Dileo, profesor musik serta Direktur Pusat Penelitian Seni dan Meningkatkan Kualitas Hidup, Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat (AS), "Terapi musik merupakan cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial.  Bila terapi ini dilakukan secara khusus, hasilnya lebih baik.

"Mendengarkan musik seorang diri itu bukan terapi meski banyak orang yang mendengarkan musik mendapatkan manfaat positif, seperti lebih rileks dan memperbaiki mood," paparnya.

"Meski banyak orang yang mengaku paham bagaimana cara menikmati musik bagi diri sendiri, di bawah kendali seorang pakar terapi musik akan memberikan manfaat yang lebih besar.  Terapi musik akan memberikan tenaga baru, mental yang segar, dan hubungan sosial yang hangat," tuturnya.

Terapi musik
  • bisa mengurangi rasa khawatir pasien yang menjalani berbagai operasi berat di rumah sakit.  Sebab, musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit dan memperbaiki mood pasien.
  • membantu menghilangkan depresi pada pasien rumah sakit lebih cepat.
  • membantu meingkatkan daya ingat.
  • membantu mengalihkan perhatian, dari masalah yang berat.
  • membuat rileks dan mudah tidur.
  • membantu pernapasan pasien menjadi lebih baik.
  • mengurangi resiko serangan jantung.
  • membuat tekanan darah lebih normal.
  • pada pasien kanker, membantu mereka tidur lebih nyenyak.
Jika dipadukan dengan Alkitab dalam :
  1. Amsal 15:13 "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
  2. Amsal 17:22. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
Musik Rohani adalah obat yang manjur.

Salam Musik,
Jeffry



Minggu, 23 Maret 2008

Usul .. Pertemuan Pianis Advent se Indonesia

[Nobel Sutresman]

baru2 ini gw travel ke suatu daerah di jawa tengah, sempat bersabat

disana, yg menjadi pusat perhatian gw adalah Pianis tiap2 gereja.
Lagu Sion kita sama cetakannya tapi sayangnya di tiap2 gereja
dimainkan dengan style yang berbeda2, nah yang menjadi pemikiran saya

1. Apakah pianis2 gereja kita ini sempat mengenyam pendidikan musik
baik secara privat atau melalui sekolah2 musik ?

2. Usulan saya gimana kalau forum ini mulai mendiskusikan tentang
kemungkinan adanya pertemuan pianis gereja advent se-indonesia. gunanya
untuk mempererat tali persahabatan dan untuk saling membagi
pengetahuan, biar lagu sion kita gak dicerca terus.

Lagu sion kita cukup bagus kok, kalau bisa di-improv dikit juga lebih
modern. tapi ingat, tujuan kita bukan untuk menunjukkan kemahiran
bermain musik atau aransemen musik tapi semata2 untuk kemuliaan Tuhan
:)

Praise The LoRD Always


NOBEL
Jemaat Durian, Makassar

Orang Luar Nyanyikan Lagu Sion

Re: [Indo-Musik-Advent] Apa tanggapan anda ? 

[Aylwin Yonathan Response]


Hi semua,

Topic diskusinya sudah me-lebar dan makin dalam ya..... Di mulai dari topic:

1. Lagu Sion dinyanyikan orang non-Advent
 
2. Kredibilitas LS 

3. New LS yang di compose oleh composers Advent

4. Cara pembawaan LS....

5. Pengasingan musik dan pemusik gereja 

6. Creative Worship....How far

7. Music for Worship

8. Kenapa perbaktian Advent makin lama mirip dgn Charismatic Worship



Mengenai Lagu Sion


Bila kita lihat sejarah lagu2 di LS, atau biografi penulis LS, isi lagunya berdasarkan pengalaman pribadi dengan Tuhan. 
Contoh: Martin Luher, Fanny Crosby, William Kirkpatrict.
Mereka menghadapi kesukaran hidup dan tantangan, dan merasakan kelepasan dan berkat dari TUHAN.
Makanya seperti kata sdr. Philips Marbun, LS semakin dinyanyikan semakin menyentuh hati

Lagu Sion (L.S) baru ? 
Great!!! Brilliant Idea. Saya setuju....

Lagu Sion yang sekarang ada diciptakan dengan:
1. "Skillfully" composed and yet "Simple". 
2. Tidak hanya "menjamah hati" tapi jg "intelect" 
  (Appeal both heart and mind/intellect) 
3. "Solemn" and yet "Majestic"
4. Mempunyai makna yang dalam dan substantial. 
5. Berisikan pekabaran gereja kita....
  - Pekabaran 3-Malaikat
  - 2nd Coming
  - Sabbath 
  - Pelayanan Tuhan di Kaabah (Sanctuary & God's Intercession)
  - Kesehatana dan Pertarakan.
  - Kehidupan kasih sebagai orang kristen. 
  - DLL
6. Mempunyai perbedaan besar dengan lagu sekular/ lagu dunia (dikhususkan 
  dan dipisahkan for Worship purpose)
7. Composed by skillful musicians which are sanctified and encounter close relationship with God.
8. Dipenuhi oleh Roh Kudus.

Saya harap New L.S dibuat dengan cara yang sama. Mungkin hal2 diatas bisa menjelaskan Sdr. Timot maksud dari Educated Music.

Menguatkan sdr Sutan, dalam menyanyikan/ memainkan musik dalam perbaktian, harus disertai dengan ROH dan PENGERTIAN (Spirit and Understanding)
 

Mengenai Pengasiangan/ Peng-khususan Musik dan Pemusik Gereja

Berikut ini adalah beberapa ayat alkitab mengenai music ministry di kaabah (zaman bangsa Israel). Maaf ada kutipan masih dalam bahasa Ingris.

Musisi di kaabah adalah dari suku Lewi (para Imam). Kenapa?

 Hati mereka benar dihadapan ALLAH.
Contoh: Keluaran 32:26-30 --> pada waktu penyembahan patung lembu hanya 
  suku Lewi setia pada Tuhan

(26) Maka berdirilah ia di depan pintu gerbang perkemahan dan berteriak, "Siapa yang memihak kepada TUHAN harus datang ke mari!" Maka datanglah suku Lewi mengelilingi Musa.

Pemusik yang telatih
I Taw 25:26, 27
(6) Semua anak Heman itu memainkan musik simbal, kecapi dan gambus di bawah pimpinan ayah mereka untuk mengiringi upacara ibadat di Rumah TUHAN. Asaf, Yedutun dan Heman mendapat tugas sesuai dengan petunjuk dari raja. 
(7) Kedua puluh empat anak lelaki mereka itu dan sanak saudara mereka adalah ahli-ahli musik yang terlatih. Mereka seluruhnya ada 288 orang. 
  
E.G White....Patriarch and Prophet, pg 594 (Para Nabi dan Bapa) 
The chief subjects of study in these schools (School of Prophet)were the law of God, with the instructions given to Moses, sacred history, sacred music, and poetry… Not only were students taught the duty of prayer, but they were taught how to pray, how to approach their Creator, how to exercise faith in Him, and how to understand and obey the teachings of His Spirit. Sanctified intellects brought forth from the treasure house of God things new and old, and the Spirit of God was manifested in prophecy and sacred song. 

I Taw 9:33
 Sebagian orang Lewi yang lain bertugas menjadi penyanyi di Rumah TUHAN. Kepala-kepala keluarga mereka tinggal di beberapa gedung di Rumah TUHAN. Mereka tidak diberi tugas lain, karena mereka dinas siang dan malam. 


Aplikasi untuk zaman skrang, hal ini bukan berarti membatasi orang untuk melayani Tuhan dalam music ministry di gereja, tapi justru inilah tantangan yang harus kita hadapi bagi semua yang serious ingin melayani Tuhan melalui music ministry, bertanggung jawab untuk:
1. Meng-up grade atau memperluas pengetahuan dalam musik dan musik gereja.
2. Meng-introspeksi diri bila masih ada cara2 dunia yang masih kita senangi dan 
  simpan, supaya kita buang jauh2 dengan bantuan TUHAN.
  Minta Tuhan untuk "refine our taste" atau merubah dan menyucikan selera   
  kita dan menunjukan apa yang Dia mau (bukan kemauan kita sendiri).
3. Komitmen kpd Tuhan dalam pelayanan musik ministry. 


Persiapan dalam pelayanan di gereja sungguh penting.

I. Persiapan Rohani
  - Doa yang sungguh.
  - Penyangkalan diri
  - Kerendahan hati
  - dll

II. Persiapan Musik
  - Pemilihan lagu yang sesuai dan relevan dengan khotbah.
  - Pengaturan alur perbaktian, seperti lagu panggilan, lagu afirmasi dan 
  komitmen, dll
  - Latihan dalam cara menyanyikan lagu.
  Pianis dan konduktor memilih tempo dan mood yang tepat.
  Kata2 inti dari lagu yang perlu penekanan yang lebih...
  - Dll

III. Persiapan Teknis
  - Sound checking:speaker and microphone apakah berfungsi dengan baik dan
  terdengar jelas atau terlalu keras.
  - Posisi berdiri (terutama bila pemimpin biduan lebih dari satu dan choir).
  - Dll


Kreatifitas dalam perbaktian

No Problem !!! 

Seberapa jauh?

Mrs . White memberikan nasihat dalam kreatifitas dalam perbaktian.
 
"Dalam usaha untuk menjangkau orang, pekerja Allah tidaklah untuk mengikuti cara-cara dunia. Dalam pertemuan (perbaktian) yang diadakan, mereka tidaklah untuk bergantung kepada penyanyi-penyanyi dunia dan pertunjukan yang bersifat theatrical untuk membangkitkan perhatian." 9T. 143



Kenapa perbaktian Advent yang makin lama mirip dgn Charismatic Worship.

Menurut saya kenapa ini terjadi karna,

1. Exposure
 Kita harus sadar bahwa kita hidup dalam era yang menjunjung tinggi sekularisasi dan entertaintment (hiburan). Dari TV, radio, internet, film, play station/ video games, kendaraan umum, dll, baik sadar ataupun tidak sadar musik yang di exposed adalah music entertainment dr music industry
Bila kita jujur menerima fakta ini, maka tidak kaget bila musik2 dalam kebaktian kitapun hampir sama dengan musik entertainment/ sekular.
Yang rohani pun di sekularisasi biar sesuai dengan selera massa.
Kadang2 saking dikentalnya, kitapun jadi terikut tanpa sadar.

2. Kurangnya pendidikan musik di institusi kita.
Menurut saya pedidikan musik tidak bisa diabaikan. Riset membuktikan, musik bisa mengaktifkan otak kiri dan kanan kita, menaikan atau menurun kan IQ, sarana menyembuhkan penyakit (trend sekarang adalah Music Theraphy untuk menyembuhkan penyakit dan gangguan mental, meningkatkan immune system, dll), dan mempersiapkan kita pada fiman Tuhan, mempengaruhi tabiat kita, menguatkan iman kita pada Tuhan, bahkan musik bisa menjauhkan diri kita dari Tuhan. Melihat fungsi musik yang begitu banyak, bukankah pendidikan musik di institusi kita sungguh membutuhkan perhatian yang khusus dan tidak bisa di abaikan?
Dari pendidikan musik kepada semua musik minister, kita bahkan bisa memberikan exposure yang baru, yang sesuai dengan prinsip2 alkitab.
Tapi semuanya dimulai dari diri kita sendiri.

Dari pendidikan musik ini juga kita bisa belajar bagaimana melayani Tuhan melalui musik dengan benar:
- solemn, kusyuk, dan teratur, tapi tidak membosankan.
- solemn , tapi dengan hati yang gembira dan sense of grandness and majesty tetap ada.
- bagaimana memproduksi lagu dengan intelectual dan skillful, tapi mengangkat hati dan jiwa pada Tuhan.

3. Kurang memahami identitas dari Seventh-day Adventist.
Banyak kali kita tahu kebenaran alkitab separuh2. Secara jujur kalau boleh saya katakan, kita sebagai anggota jemaat kurang belajar alkitab dan roh nubuat.
Jadi kebenaran yang kita dapatkan tidaklah dalam dan kurang ber-esensi.
Ditambah dengan exposure seklarisasi yang membombardir kita,maka tidak kaget, kadang2 segala sesuatu yang kita putuskan dan lakukan bercampur antara kebenaran dan kesalahan, antara yang suci an tidak suci.
Dan identitas kita sebagai umat yang terpilih dan imamat yang rajani tidak kelihatan (sama dengan bangsa Israel)
Dengan kurangnya baca alkitab dan berdoa, bagaimana Tuhan bisa berbicara dengan kita secara pribadi.
Bila kita mau belajar lebih dalam apa yang Tuhan mau, maka Tuhan akan menunjukan jalan dan kebenaran-Nya dan mengubah dan membentuk kita sama seperti yang Dia mau.

Dijaman akhir ini kita butuh sekali "double portion of the Holy Spirit" untuk bisa membedakan yang benar dan yang salah dengan kasih.


Semoga membantu....



Tuhan Memberkati.



Aylwin Yonathan


timothy wensen wrote:
thank you Tan..well noted. 
masih byk yg ingin gw tanyakan - yg msh kurang jelas. tp mungkin nanti kita bicarakan sambil makan siang aja kali ya? hehe..(lu traktir haha)
 
Educated Music gw yakin Alwyn sangat bisa menjawab.
 
to all:
 
saya sangat ingin tau knp sekarang mulai banyak gereja advent (jakarta khusus nya, kurang tau dengan tempat lain) yg typical perbaktian nya sudah hampir serupa dengan Karismatik (walaupun blm se-ekstrim itu)..jadi stengah2 di awal lagu2 Pop Rohani di akhir Lagu Sion..begitu pula pembawaan nya..penilaian atau dasar apakah yg digunakan mengapa perlahan2 tp pasti hal tersebut masuk ke perbaktian GMAHK..(survey kecil2an..hehe)
 
mohon maaf saya byk bertanya..hanya ingin membuka wawasan saya atas apa yg terjadi sekarang ini. Mohon advise nya.
 
Terima kasih,
TM 
 

Sutan Siagian wrote:
Siang mot... 
 
Mau nanggapi aja:
 
TW:
menarik utk di bahas..selesai membaca email2 dibawah Saya jadi berpikir..memangnya apakah tujuan musik gereja/perbaktian adalah utk apresiasi lagu sion? sbrp penting kita membuat org2 luar utk mengapresiasi lagu sion? 
SS:
Jawabannya tentu tidak. Please note Lagu Sion itu mayoritas diciptakan oleh orang Non-Advent. Jadi aneh kalo kita bangga dengan orang luar yang menyanyikan lagu Lebih Besar dari kasih Ibu :) 
 
TW:
pengertian lebih asyik ini apakah untuk Tuhan atau utk ukuran selera manusia nya yg lebih asyik ya? tentunya dalam koridor perbaktian ya..
 
pengertian kreatif - sampai sejauh mana kreatif nya? atas kemauan siapakah kreatif nya?
 
SS:
Asyik itu sebetulnya istilah gw aja. Gw harus jelasin dulu artinya asyik disini. Lagu yang asyik menurut gw (dalam konteks rohani) adalah yang benar2 dibawakan dengan penuh kejujuran, kerendahan hati untuk memuliakan nama Tuhan. Dalam hal ini pengertian Asyik menurut gw, secara teknis belum tentu sempurna, tapi soulnya dapet. Messagenya kena. So Asyik dalam pengertian gw tentu saja asyik yang harus berkenan di hadapan Tuhan. Tandanya??? Hadirat Allah datang, dan itu bisa dirasakan dengan semangat ingin menyembah dari para jemaat. Untuk referensinya bisa dilihat di buku Raja-Raja 2 tentang peresmian Kaabah Salomo.
 
Art and Creativity comes from God. But Satan has corrupted it. Kita sebagai musisi sangat bisa jadi salah.. Itu sebabnya hati kita dulu yang perlu dibersihin sebelum kita muji Tuhan. Alkitab berkata, dari Buahnya kita akan menilai.
 
TW:
sedikit lagi - "masih byk sekali org yg merasakan krn ini kebaktian ya sudah biasa2 saja musiknya..yg penting notnya benar..ya sudah.."
bagaimana kalau kita sebut dengan educated music instead of biasa2 saja musiknya?
 
SS:
Bisa dijelasin Educated Music itu apa?
 
TW:
saya suka merenung dimana kira2 posisi perbaktian advent ditengah2 maraknya cara2 perbaktian yg luar biasa? saya jemaat MT 1 dan kebetulan berkesempatan melihat di gedung MT 1 saat di sewa oleh pihak lain..sampai loncat2 dan berteriak2 during worship..luar biasa.
 
SS:
Untuk mengerti spirit dari 'Lagu-lagu Advent' Coba bandingkan Lagu Sion dengan Kidung Jemaat. Bandingkan Ritme melodi dan kata-katanya. Coba tanyakan kepada Orang2 yang pake Kidung Jemaat (HKBP, GPIB , GKI dan sejenisnya) apa respons mereka mendengar Bukit-Bukit PErmai dan lagu Aku Suka Saksikan. Bayangkan itu terjadi di tahun 1900an awal. Kemudian tempatkan konteks tersebut dalam situasi sekarang. Timot pasti dapat jawabannya... :) 
 
Tuhan memberkati
 
 
 
----- Original Message ----
From: timothy wensen
To: Indo-Musik-Advent@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 25, 2007 6:13:57 PM
Subject: Re:[Indo-Musik-Advent] Apa tanggapan anda ?

Selamat sore semua..
 
kita sedang diskusikan ya? mungkin ini jadi sedikit melebar..mohon maaf sebelumnya..
 
menarik utk di bahas..selesai membaca email2 dibawah Saya jadi berpikir..memangnya apakah tujuan musik gereja/perbaktian adalah utk apresiasi lagu sion? sbrp penting kita membuat org2 luar utk mengapresiasi lagu sion? 
 
Pertanyaan:
mengutip kata2 di bawah.."Banyak yg berkata, lagu sion kalau di bawakan dengan lebih sungguh sungguh dan kreatif lebih asyik dari lagu pop rohani yg lain" 
 
pengertian lebih asyik ini apakah untuk Tuhan atau utk ukuran selera manusia nya yg lebih asyik ya? tentunya dalam koridor perbaktian ya..
 
pengertian kreatif - sampai sejauh mana kreatif nya? atas kemauan siapakah kreatif nya?
 
sedikit lagi - "masih byk sekali org yg merasakan krn ini kebaktian ya sudah biasa2 saja musiknya..yg penting notnya benar..ya sudah.."
bagaimana kalau kita sebut dengan educated music instead of biasa2 saja musiknya? 
 
Musik dalam perbaktian - Saya yakin Alwyn punya bahan tersebut =)
 
saya suka merenung dimana kira2 posisi perbaktian advent ditengah2 maraknya cara2 perbaktian yg luar biasa? saya jemaat MT 1 dan kebetulan berkesempatan melihat di gedung MT 1 saat di sewa oleh pihak lain..sampai loncat2 dan berteriak2 during worship..luar biasa.
 
Tolong di koreksi klo ada yg kurang tepat, dan mohon petunjuk klo saya berlebihan =) 
Tuhan berkati,
Timothy Wensen
Jakarta
 
----- Original Message ----
From: mitch
To: Indo-Musik-Advent@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 24, 2007 8:36:53 PM
Subject: Re: [Indo-Musik- Advent] Apa tanggapan anda ?

Setuju, bang Sutan..
 
Beberapa kali saya ngobrol ama teman kantor non-SDA. Obrolan kami menguatkan apa yg b'Sutan bilang, pemusik di gereja luar itu bnr2 dikhususkan. .dan mereka ga boleh terjun ke dunia musik sekular atau sejenisnya..
 
Cuma yg bedain adalah mereka bayar/gaji song leader ato pemusik itu...
 
Apa yg bs kita contoh adalah pengasingan/ pngudusan dr para pelayan Tuhan..termasuk yg ambil bagian ke podium juga...
Dulu pengalaman di UNAI (mgkin skarang udah ga lagi...) setiap selesai kebaktian vespers, para song leader n pianis n conductor kebaktian itu latihan n bdoa dulu...biar besoknya pas Sabat mereka bawain lagu dgn baik...
Ini sangat baik kita terapkan di gereja msg2...
 
cheers,
mitch

 
"We cannot all do great things. But we can do small things with great love." (Mother Teresa)


----- Original Message ----
From: Sutan Siagian
To: Indo-Musik-Advent@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 24, 2007 9:35:44 AM
Subject: Re: [Indo-Musik- Advent] Apa tanggapan anda ?

Setuju sekali,
 
Waktu kemarin KPR Jisdac tim pemusik berusaha membawakan lagu2 Sion berdampingan dengan 1-2 lagu Pop Rohani akan tetapi dengan iringan full music (minus drum) dengan semangat bermusik yang benar2 kuat. Ternyata banyak yang mengapresiasi lagu sion. Banyak yang berkata, ternyata Lagu Sion kalau dibawakan dengan lebih sungguh2 dan kreatif lebih ásyik dibanding lagu2 pop rohani yang lain itu.
 
Nah masalahnya bukanlah lagu apa yang kita bawakan. Tetapi kurangngnya ROH dan PENGERTIAN dalam membawakan lagu tersebut. Masih banyak sekali orang2 yang merasa karena ini kebaktian ya sudah yang biasa-biasa ajalah musiknya... Yg penting notnya bener ya sudahlah... PAdahal di zaman PL itu penyanyi dalam kebaktian haruslah orang LEWI yang DIKHUSUSKAN dan BERLATIH SETIAP HARI. Lihat betapa seriusnya musik buat kebaktian. 
 
Kenapa Lagu2 Pop Rohani menarik?? Selain karena lagunya mudah dimengerti (Bahasa Indonesia Sehari2) dan melodinya mudah dicerna, PEMUSIKNYA SERIUS. Di gereja kharismatik manapun Worship Leader dan Singer adalah komponen yang sangat penting. Bahkan saking ekstrimnya yang megang alat musik pun orangnya khusus... seperti di zaman raja Daud dulu. No wonder kalau lagu mereka merasuk sampai ke kamar tidur kita...
 
Ini ada kutipan ayat dari RAsul Paulus.
1 Korintus 14:15. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 
 
Tuhan memberkati,
 

----- Original Message ----
From: nicholas nick
To: Indo-Musik-Advent@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 24, 2007 9:03:27 AM
Subject: Re: [Indo-Musik- Advent] Apa tanggapan anda ?

memang lagu sion tidak termakan zaman dan akan sulit untuk digantikan, tinggal bagaimana kita menggunakan/ mengaplikasikann ya.
best song book ever.

btw, saya juga setuju jika ada pembuatan lagu sion bahasa indonesia yang baru yang isi lagunya dibuat oleh anggota advent itu sendiri, 
yah kaya GC yang lagi buat New SDA AYS yang isi lagunya dibuat oleh SDA members all around the world.
(ps: saya juga kirim salah satu lagu yang saya buat ke GC untuk SDA AYS, tp itu bahasa inggris; saya berharap uni dan konfrens punya keinginan juga untuk membuat Lagu Sion Baru untuk menambah perbendaharaan lagu kita sendiri.)



Praise the Lord with your heart and your soul

Irman Sinaga
Bogor



----- Original Message ----
From: Philips Marbun
To: Indo-Musik-Advent@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, October 21, 2007 8:00:25 PM
Subject: Re: [Indo-Musik- Advent] Apa tanggapan anda ?

Lagu sion itu isinya memang berkelas. Semakin lama dinyanyikan bukannya semakin bosan, tapi malah semakin menyentuh hati (paling tidak, bagi saya).
 
Beda dengan lagu-lagu "pasar" yang "mengaku" sebagai lagu "rohani" kristen sekarang2 ini. Bernuansa pop yang amat kental, kualitas rendah, mudah bosan mendengarnya, namun cukup kuat mengangkat emosi sesaat. 
 
Perdebatan mengenai hal ini sampai detik ini belum selesai, namun tak lama lagi mereka yang "agak bosan" dengan lagu sion akan segera terbuka mata dan pikirannya.
 
Lagu sion, atau buku lagu apapun yang disetujui organisasi kita, saya amat yakin telah didoakan dan dituntun Roh Kudus untuk mengangkat iman kita lebih dekat pada-Nya.
 
Amat jauh berbeda dengan lagu-lagu Kristen sekarang ini yang tujuannya komersil, dijual di pasar. Namun nampaknya beberapa dari kalangan Kristen lain sekarang sudah mulai menikmati lagu-lagu berkelas seperti lagu-lagu dalam Lagu Sion. 
 
Ini hanya pendapat pribadi.
 
Salam,
Philips Marbun
Pulomas

 
On 10/20/07, Marina Sumampouw wrote: 
Berita ini sangat 'menyayat hati'. Mungkin bisa dijadikan tamparan bagi Umat Advent, apalagi 'Para Penyanyi' untuk lebih 'ngeh'. Bukannya menyarankan Para Penyanyi berlomba2 buat Album, dinilai dari segi komersilnya. Tapi memang pada dasarnya Anggota Jemaat juga perlu mendengarkan Lagu2 Pujian dirumah / selain di gereja. Apalagi yg udah tinggal jauh dr 'rumah' (Indonesia) ... 

Menanggapi pertanyaan no. 1 dibawah:
Makanya buat yg jago2 Musik, mulai2 deh, rajin2 bikin lagu ... Trus kl da ada kasih ke Penyanyi2 di Advent, jgn sampe orang luar lg yg nyanyiin ...

Pesan buat Aylwin Yonathan: Win, bikin lagu dunk ... 

Salam Musik Advent,

-Marina 

 
.
 

Standar Musik SDA


Diambil dari Milist indo-musik-advent@yahoogroups.com

RE: [Indo-Musik-Advent] Undangan bagi pembahas Standard Musik SDA 

By : Aylwin Yonathan

Dear all,

Terima kasih atas tanggapannya.
Pertama2 saya mau tanggapi pertanyaan sdr Nobel dari Makasar.Pertanyaannya kalo ngak salah "tidak pernah sih dalam hati ini mau main jazz, Cuma apa yang sdr
senang itu yang sdr keluarin..Betul...hal ini tidak bisa kita hindari. Ada istilah dalam komputer GIGO (Garbage In, Garbage Out). Dan itu applied di semua hal, baik itu di mental, pikiran, kesehatan, dan juga kehidupan rohani kita. Jadi apa yang kita masukan, itulah yang
kita keluarkan.

Approach dari education in music ministry biasanya: No rock music, No Jazz, No this, no that...
Dan masalahnya setelah itu, si pendengar bingung mau denger apa kalau dilarang semua. Dan akhirnya balik lagi dengan kesukaan yang lama.  Yang perlu kita mengeti bersama bahwa education in music ministry adalah:


  1. Kita mempelajari dan mencari apa yang Tuhan mau.Apa yang menyenangkan Tuhan melalui music ministry....dgn cara: BACK TO BIBLE.  Ingat cerita Kain dan Habel, mereka berdua memberikan persembahan yg terbaik. Tapi Tuhan terima hanya Habel.  Kenapa? karna Habel menuruti apa yg Tuhan mau.

  1. Educate by giving knowledge about music and the
    effect. Dengan kata lain memberikan pengetahuan
    tentang music dan effect2 nya didukung dengan reliable
    research.


  2. Step ke 3 ini yang biasa dilupakan, yaitu:
    "Educate by giving exposure and option"  Step ke 3 ini bisa menjawab pertanyaan sdr Nobel,  karna kurangnya exposure sehingga pendengar tidak punya pilihan lain untuk memilih. Pengalaman saudara Noble sudah pernah saya alami waktu saya SMA,di kritik
    karna main Jazz di gereja, dgn motif ingin membuat gereja "lively". Kemudian di Philippines, saya dapat pengetahuan mengenai music ministry. Tapi pengetahuan
    yang saya dapat sangat lah berlawanan dgn jiwa saya dan kesukaan saya.Saya sempat menolak kebenaran itu.  Tetapi berkat Tuhan, setelah selang waktu cukup lama,
    di dukung dgn exposure music disana, saya baru mengerti essence dari berbakti memuji Tuhan melalui MUSIC MINISTRY. Saya bisa rasakan kesucian Tuhan dan
    perubahan character melalui new music yang saya dengar. Yang penting kita jgn berkeras hati. Selama kita niat dan mau mencari jalan TUHAN, Dia akan
    menuntun kita ke jalannya walaupun pelan2.

    Menanggapi bro Sutan.
    Maaf saya tidak bermaksud meng-kritik. Saya hanya menanggapi pertanyaan bung Jeffry "ada apa di balik musik Jazz".
    Menanggapi masalah culture...
    Betul...kita tetap harus respect culture kita. Dan Tuhan pun mencintai keaneka-ragaman alias BHINEKA TUNGGAL IKA...Iya ngak.
    Tapi culture bukanlah kriteria nomor satu dalam kehidupan kita. Prinsip2 dan penuntun yg di berikan oleh yg "Diatas" haruslah yang nomor satu.

    Umumnya ethnic2 atau culture yang ada bukan berasal usul dari ke Kristenan. Mereka umunya dari penyembah berhala. Disinilah kita harus berhati2.
    Alkitab berkata:..."Test all things..." Disinilah kita butuh mencocokan apakah itu sesuai dgn
    apa yang Tuhan bilang atau tidak. Selain itu kita butuh dengan bijaksana meninggalkan yang tidak cocok,tapi ke unikan dari satu culture tetap ada.
    Demikian juga dengan musik,dgn bantuan Tuhan kita harus mencocokan unsur dari culture mana yang bisa dipertahankan dan mana yang harus di buang.
    Musik mana yang sesuai di perbaktian, dan mana yang tidak.

    Goal kita haruslah: What please God...Kalau target kita " What please Men", bisa bahaya!!! Kenapa? karna manusia kan nature nya berdosa, dan akan ada banyak
    mixture antara TRUTH and ERROR, yang tidak sesuai dgn kehendak yang "Diatas".
    Kita ngak bisa jg demi meramaikan gereja supaya di penuhi anak muda, kita masukan dan terima semua music2 yang kurang cocok di gereja. Kalo di luar gerja
    lain soal...Tetap harus ada perbedaan antara "Sacred dan Profane", "Kudus dan tidak Kudus",apalagi untuk lagu di gereja ...tp keunikan dari perbedaan culture
    bisa tetap terasa....

    Sekedar untuk info, orang African-American yang diperbudak dulu mempunyai 2 pelarian atau kompensasi atas kesengsaraan yang mereka alami, yaitu:
    1. Pelacuran
    2. Music.
    Music ini pun genrenya terbagi:
    - Mereka yang berseru kpd Tuhan atas kesengsaraan mereka --> hasilnya music Spiritual.
    - Mereka yang ingin meghibur diri --> blues and Jazz.

    Kalau dipelajari lebih dalam, music spiritual seperti "Swing Low", "Old time Religion", "Milky White Way" dan lain2,..."originally"....tidak dinyanyikan dgn style2 jazz & blues. Mereka berseru kepada Tuhan dengan segala beban yang mereka tanggung. Dan kalau
    diteliti lebih dalam, originally practicenya tidak ada element2 seperti blues scales, rhytmn africa, dll lho.
    Yah mungkin sekarang sudah berbeda, karna dgn alasan kalau tidak dgn style Jazz atau Blues, ngak kerasa "Negro" nya. Yang mengagetkan saya, banyak jg kesaksian dari orang2 mereka sendiri bagaimana mereka meninggalkan beberapa kebudayaan dan music2 yang tidak sesuai dgn kekristenan, terutama orang asli Africa yang tinggal di Africa. Justru yang paling banyak berkompromi adalah orang Africa yang di America.

    Saya ada pengalaman pribadi, mogah2 ini membantu. Sebagaimana saya tulis di atas, dulu waktu SMA saya sangat suka main Jazz di gereja.
    Pas suatu saat di Kramat Pulo ada KKR. Si pembicara sangat dipenuhi Roh Kudus dan membuat saya terangkat benar2. Kemudian pembicara mengadakan panggilan dan
    saya secara pribadi berdoa kpd Tuhan " Tuhan saya serahkan diri saya kepadaMu".
    Kemudian, pas waktu lagu tutup (kebetulan saya pianistnya), saya mau main seperti biasanya nge-Jazz.  Tapi saat itu tangan saya seperti aneh, otak kepingin
    main Jazz, tp tangan mainnya beda. Ada pergumulan di pikiran saya dan ada something yang meng-control tangan saya. Kemudian setelah selesai kebaktian, sahabat saya datang ke saya dan bilang "Win, main loe kok beda banget?". Kemudian saya jawab "kenapa? aneh
    ya? jelek?"
    Lalu dia menjawab "ngak jelek kok, cuma beda aja.Lebih solemn gitu"...Semenjak itu saya lebih sensitif dan lebih pikir panjang untuk main di gereja.

    Jadi, teman2...mungkin kita bingung music apa yg cocok mana yang boleh/tidak dan lain2 deh...Serahkan hidup kita sama Tuhan...Kalau Tuhan di hati kita, maka Dia
    akan meng-control kita. Dia akan menunjukan mana yg benar dan salah walaupun mungkin reason dan jawabannya datang belakangan. Semoga Tuhan dimuliakan....

Senin, 17 Maret 2008

Scale dan Mode

[Aylwin Yonathan Response]

Re: [Indo-Musik-Advent] Tanya scale dan mode

Dear bung Jeff,

Mode adalah system yang dipakai sebagai basis/dasar dalam komposisi lagu.
Scale (tangga Nada) mempunyai definisi yang sama dengan mode.Bahkan scale itu adalah mode.

Scale lebih dimengerti oleh kaum awam sebagai: Major(mayor)scale dan minor scale. Pengertian "mode" lebih luas dan general, karna banyak sekali 'modes' yang exist di
dunia ini.Contohnya: blues mode, indian mode, gypsy mode, rhytmic mode, dan church mode.

Mode Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian,Mixolydian, Aeolian dan Locrian adalh system sebagai dasar dari komposisi lagu zaman medieval (abad pertengahan) dan
early renaisance.Mode2 ini dikenal sebagai church mode, karna di pakai untuk menggubah lagu2 untuk missa dan musik2 sacral untuk perbaktian di gereja pada
zaman tersebut.

Dorian: D,E,F,G,A,B,C,D
Phrygian: E,F,G,A,B,C,D,E
Lydian: F,G,A,B,C,D,E,F
Mixolydian: G,A,B,C,D,E,F,G
Aeolian: A,B,C,D,E,F,G,A
Locrian:B,C,D,E,F,G,A,B
Ionian: C,D,E,F,G,A,B,C (MAJOR sCALE)

Mudah2an dimengerti....

Ngomong2, choir bung Jeff nyanyi lagu jaman2 medieval atau renaisance ya??..

Boleh saya tanya perkembangan musik2 gereja kita di Indonesia terutama di Jakarta?Musik2 apa yang digemari dan yang sudah masuk di gereja kita.Maklumlah, sudah
lebih dari 4 thn belum balik nih...Lg Kris-Mon...hehehe.... Dan kalau boleh tau apa point of view atau konsep anak2 muda kita tentang musik gereja kita yang exist.

God bless...


--- Jeffry Liuw wrote:
Teman-teman,

Tolong dong ada yang bisa menjelasin tentang scale dan mode ?

Apa itu mode Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian dan Locrian ?

Mudah-mudahan dengan pemahaman ini, pengetahuan musik kita bertambah, dan semakin gampang waktu latihan choir .....

regards
~ Jeffry ~